SD Negri Bandrol Sumbangan Kenaikan kelas

Cianjur,sorotperadilan.com | Sumbangan masih menjadi dilema tersendiri dalam pelaksanaan program pendidikan gratis di kabupaten Cianjur, sebab selama ini sumbangan sukarela dari orang tua atau wali murid kerap dinilai sebagai ajang menggali dana yang mengarah ke pungutan liar ( PUNGLI) bentuk nya pun seragam mulai untuk kebutuhan pasilitas sekolah, pelajaran tambahan, hingga perpisahan.

Hal ini diketahui dengan diperolehnya surat edaran yang dikeluarkan pihak sekolah mencantumkan jumlah nominal uang sumbangan yang sudah ditentukan jumlahnya untuk acara perpisahan murid kelas enam yang lulus tahun ini dan kenaikan kelas.

Salah seorang orang wali murid yang enggan disebutkan namanya saat ditemui sorotperadilan.com menjelaskan sejumlah anggaran persiapan untuk perpisahan tahun ajaran 2019 terasa sangat memberatkan

“Dengan adanya keputusan sekolah meminta biaya sebesar Rp 96 ribu per siswa, menurut kami untuk masa sekarang situasi ekonomi morat marit sehingga untuk memenuhi keinginan pihak sekolah cukup memberatkan, jangankan untuk biaya tersebut, untuk biaya sehar hari saja cukup berat. “ujar Wali murid

Hal ini mendapat tanggapan dari pemerhati pendidikan Edi supeno mengungkapkan kecamannya kepada Kepsek SD Negri cibacang 1 kecamatan pagelaran yang semena mena memungut biaya tanpa alasan dan landasan hukum yang berlaku.

“Peraturan dan perundang undangan tentang yang menyangkut dan larangan pungutan yang bertentangan dengan Perpres No 87 tahun 2016 tentang satgas saber pungli hal itu perlu di tindaklanjuti oleh pihak terkait.”ujar Edi

Lanjut, Hal ini jangan di biarkan berlarut larut pastinya dunia pendidikan Kabupaten Cianjur akan mengalami penurunan kualitas siswa yang berdampak timbulnya korupsi di lingkungan sekolah yang pelakunya adalah komite sekolah serta Kepala sekolah.” terang Edi.

Ini sudah pembohongan publik atau sebaliknya pembodohan yang berlatar belakang modus operandinya kegiatan komite, kesejahteraan sekolah, bahkan banyak lagi modus alasan yang dilakukan pihak sekolah untuk meraup keuntugan pribadi, tidak logika kalau komite harus mencari dana dari orang tua siswa dilingkungan sekolah sebaiknya komite sediri harus berkorban untuk sekolah atau komita yang mencari sumber masukan kepada sekolah, bukan malah menyusahkan orang tua.”pungkasnya. Red Msp siroz.


Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *