Nasional

Dodi Dharma Cahyadi, Kabandara APT Pranoto. “TETAP DINAMIS & OPTIMIS”

Jakarta,-Sorotperadilan.Com l Pada berita berita sebelumnya kami telah cukup bangga dan kagum, dengan kepemimpinan (Leadership Style) Dodi Dharma Cahyadi,selaku Kepala Bandara APT. Pranoto Samarinda, yang senantiasa penuh Inovasi, kreatifitas Dan profesionalism dalam memberikan pelayanan terbaiknya.

Demikian halnya dalam semangat #IndonesiaMelawanCovid19, beliau tidak pernah lelah untuk Itu.

“Teman teman medis yang bertugas hanya meminta masyarakat Stay At Home, namun mereka mempertaruhkan semuanya untuk Kita. Saya Dan Teman-teman di Bandara APT. Pranoto hanya melengkapi saja, khususnya yang berkaitan dengan turut meminimalisir penyebaran COVID-19. Termasuk ketersediaan Thermal-scanner dan thermo gun, hingga 13 Titik hand sanitizer pada area Bandara. Jadi belum sebanding upaya ini dibanding Teman-teman medis di seluruh Indonesia”, demikian Dodi kelahiran Bangkalan Madura, Jatim (Senin,23/3) lalu kepada sorotperadilan.com

BILIK VIRUS REMOVAL CHAMBER

Masih kata Dodi, Penerapan social distancing dilingkungan bandara APT Pranoto, Samarinda ini juga mengupayakan antrean penumpang dengan tetap menjaga jarak antrean minimal 1 m. Hal lain, Dodi melengkapinya dengan Bilik Virus Removal Chamber atau bilik disinfektan pada area kedatangan dan keberangkatan Bandara guna mencegah penyebaran Covid-19 mulai Senin, 23 Maret 2020.

“Penumpang yang datang dan berangkat dari dan menuju Bandara APT. Pranoto harus melalui bilik kecil dengan pintu kaca yang dilengkapi dengan alat penyemprot disinfektan itu. Semua penumpang diwajibkan masuk bilik tersebut agar dilakukan sterilisasi terlebih dahulu” kata Dodi mantan Kepala Bandara Kelas III Dabo Singkep Kep. Riau, Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Kepala Kantor Unit Pelayanan Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa.

Fungsi Bilik Virus Removal Chamber atau bilik disinfektan Itu, masih kata Dodi, adalah untuk optimalisasi mensterilkan seluruh penumpang maupun petugas bandara. Saat mereka masuk Bilik, akan disemprot cairan disinfektan, sehingga mensterilkan kemungkinan kuman-kuman yang ada di tubuh,” katanya kemudian pamit menutup seluler.

PROFIL APT PRANOTO

Bandara APT (Aji Pangeran Tumenggung) Pranoto , berasal dari nama pahlawan Kalimantan ini , memiliki luas area 13 hektare. “Iya cukup luas ya, bandara ini terdiri dari sarana berupa gedung administrasi, runway 2.250 kali 45 meter, apron, taxiway 173 kali 23 meter, hanggar luas 36.342,4 meter persegi, gedung ATC serta perumahan karyawan bandara,” tambah Dodi, suami Yenny Ulliyati Rachman.

Kata Dodi lagi, pada 25 Oktober 2015 bandara tersebut diresmikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo bersama dengan Bandara Marta di Kabupaten Berau.

Saat ditanya bagaimana efek bagi Jumlah penumpang yang sebelum Covid 19 ini muncul telah mencapai 3.000-4.500 orang/hari, Dodi menjelaskan, kalau pun ada ‘sedikit penurunan, namun masih dibatas aman untuk 48 penerbangan yang Ada. Baik rute dari dan ke Samarinda, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan kota-kota lain di Kalimantan Timur, hingga penerbangan perintis. “Kami tetap dinamis dan Optimis, kalau pun saat ini kita sedang mendapat ujian dari Covid 19. Inshaa Allah akan cepat pulih”, tutup Dodi kemudian mengakhiri selulernya. Mantap ! (PpRief/Wan/RL-Foto.Repro)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close