Nasional

“NGOPI COVID 19 BOGOR JILID-5”: RIP Glenn Fredly & Dituntut Sabar.

Bogor,-Sorotperadilan.com l Tidak terasa Hari ini, Sabtu (11/4) Glenn Fredly telah meninggalkan Kita semua 4 hari lamanya menemui Hyang Maha Pencipta, Allah SWT, Tuhan YME.
Diantara yang merasa kehilangan adalah Mutia Ayu, istrinya. Apalagi karena anak mereka (Gewa Atlanta Syamayim Latuihamalo) belumlah berusia genap 3 bulan.

Termasuk Bumi Entertainment, manajemen Glenn sejak tahun 2001 yang selalu setia menemani dalam Suka Dan duka.

Kalau pun hak cipta atas lagu lagu Dan merchandiser Glenn akan jalan terus namun mereka tidak akan ‘sesibuk saat Glenn masih ada. Selain spirit yang kerja, pastinya ‘economic valuenya pun demikian.

Tidak terbayangkan dari banyak mimpi crew manajemen yang mungkin sulit terealisasikan, Karena Glenn-lah ‘sumber’ mereka.

Namun istri, orang tua, handai-taulan, relasinbisnis, para musisi dan manajemen Glenn harus mampu melewati ujian inindengan baik, sabar dan tegar.

Demikian salah satu materi diskusi Ngopi Covid 19 BOGOR Jilid-5 ini, yang kami (Saya, Asep Chepy-Pemred, Ir.Saprudin-Dewan Penasehat, MaxDy-Influencer Dan Wawan Kurniawan-Kord.Kota Bogor) bahas (Jumat,10/4) Lalu.

“Penerapan PSBB – Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta mulai diterapkan, salah satu aturannya adalah pengguna sepeda motor tidak boleh boncengan, pertanyaannya bagaimana nasib Pengemudi Ojek Pangkalan (Opang), Ojek online (Ojol) hingga ibu-ibu yang biasa diantar suaminya kepasar?, memang aturan tidak Akan memuaskan banyak orang, namun demikianlah resikonya”, kata Pemred memulai Conference-call.

“Musibah Covid 19 berdampak besar bagi Ekonomi rakyat kecil, seperti para pedagang Pasar traditional dimana pun berada termasuk di Kota Bogor. Seharusnya omzet mereka minimal Rp.2 juta/hari, kini mencapai Rp.250-500.000 itu sudah alhamdulilah. Bagaimana Pemilik membayar sewa kios, bayar listrik, bayar gaji karyawan dsb jika omzet minus”, tambah Dewan Penasehat.

“Di Kota Bogor ini market bisnis Laundry cukup baik, Karena Kota Bogor penuh mahasiswa juga karyawan. Dengan liburnya kampus-kampus Dan kantor baik swasta maupun Negeri omzet mereka pun minus. Apalagi adanya penerapan Stay at home, Dan larangan untuk berpergian dan Mudik. Kalau pun Gubernur Jawa Barat menyediakan Anggaran Rp.5 trilyun untuk orang miskin, yang mayoritas tinggal didesa, bagaimana dengan warga Kota yang terdampak khususnya terganggunya ‘economic-valuenya, apakah di-cover juga?, sebagaimana UKM handycraft Dan kuliner ataunkios oleh oleh Bogor?”, Yang ini kata MaxDy,Influencer yang fotonya tidak mau dimuat dirubrik ini.Ahahah..

“Covid 19 membawa dampak positip Dan sebaliknya, positipnya adalah langit lebih biru, lebih sehat, karena polusi udara berkurang hingga diatas 60% dari hari biasanya”, potong Wawan.

Sesaat kami terdiam, masing masing menghirup kopinya, tanpa sruput seperti biasa. Kopi manis pun terasa hambar, ahay.

.. “SEBAGAI SEORANG KARYAWAN YANG BAIK, MARI BERDOA UNTUK PEMILIK USAHA TEMPAT KITA BEKERJA SUPAYA MEREKA BISA BERTAHAN. INI ADALAH MASA SULIT BAGI MEREKA, KARENA BAGAIMANA PUN MEREKA ADALAH PERANTARA REJEKI KITA..”, tanpa sadar saya membacakan Japri dari seseorang itu, kemudian kami semua semakin terdiam, karena makna dan pesan psykologisnya demikian ‘menghujam jantung’. JLeeb !

Isi japri ini bagi saya cukup menjawab akan apa yang kami diskusikan diatas tadi.Terserah anda !

#IndonesiaLawanCovid19, #RIPGlennFredly, #SabarDanTegarAdalahKebesaranHatiMenghadapiMasalahHidup.’Salam!.(PpRief/Asep/Syap/Max/Wan/RL)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close