Nasional

NGOPI COVID 19 BOGOR JILID-7″ (Lawan Covid 19 & Lelang Hambalang Rp.3 Trilyun)

Bogor,-Sorotperadilan.com l Stay at home membuat banyak orang lupa hari Dan tanggal, demikian dengan kami (Saya, MaxDy-Influencer Dan Wawan Kurniawan-Kord.Kota Bogor). Kami baru menyadari bahwa ini hari Senin, ahahah.

“Kang, ada salam dari Kang Asep Chepy,Pemred dan Ir.Saprudin – Dewan Penasehat, mereka tidak bisa ikut Ngopi pagi ini Karena ada giat lain”, buka Wawan dalam conference-phone Senin (13/4) Lalu.

Saat mentari pagi mulai terasa ditubuh, kami ber-tiga pun larut dalam diskusi dimana tingkat penyebaran Covid 19 masih tinggi, karena hingga saat ini terdata 4557 orang terkonfirmasi, 388 orang sembuh dan 399 orang meninggal ‘Syahid. Dan diantara ke-34 provinsi, DKI Jakarta masih tertinggi, 2186 terkonfirmasi, 142 orang telah sembuh Dan 142 orang meninggal ‘Syahid. Jawa Barat menempati peringkat ke-2, 540 orang terkonfirmasi, 22 orang sembuh Dan 52 orang yang meninggal ‘Syahid.

Sesaat kami terdiam membayangkan ujian Allah ini yang demikian mempengaruhi banyak hal khususnya tertundanya agenda kerja pemerintah dalam berbagai hal.

“Kita terus mendukung Presiden Jokowi Dan Satgas Covid 19 dalam meminimalisir penyebaran Itu. Bahkan Presiden Jokowi telah memerintahkan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera mengalihkan dana pembangunan infrastruktur Rp. 36,19 triliun untuk membantu menangani Pandemi Covid-19”, kata MaxDy yang rambutnya sebahu. Ahay.

“Iya betul itu kang Rudy, Dana tersebut memang merupakan bagian dari Daftar Isian Paket Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2020 senilai Rp.120 trilun. Dan perintah itu diperkuat dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19”, timpal Wawan.

Rudy menimpali, “Kini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah merinci, bahwa realokasi anggaran senilai Rp.36,19 triliun Itu Akan bersumber dari penghematan alokasi perjalanan dinas dan paket meeting sebesar 50% dari sisa anggaran yang belum terserap pada TA 2020.
Dan jika dirasa perlu membatalkan paket-paket kontraktual yang belum lelang, rekomposisi alokasi anggaran tahun 2020 pada paket kegiatan tahun jamak (multi years contract), serta mengubah paket-paket kontrak tahun tunggal (single year contract) 2020 menjadi paket-paket tahun jamak, serta mengoptimalisasi kegiatan non-fisik yang bisa ditunda atau dihemat.Pastinya akan dilakukan Menteri Basuki”

Diselingi lagi oleh Wawan, “Menteri Basuki, yang di APBN mempunyai anggaran sekitar Rp.1600 trilyun, ajan menetapkan tiga hal prioritas untuk hal ini, yaitu: (1). penyiapan sarana dan prasarana untuk fasilitas observasi, isolasi, dan karantina untuk pengendalian penyakit infeksi menular di Pulau Galang, Batam.(2). Merehabilitasi RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran serta pembelian alat-alat pendukung lainnya. Dan (3). mengalokasikan anggaran senilai Rp 10 triliun untuk Program Padat Karya Tunai (PKT). Anggaran tersebut agar tersebar di 34 provinsi dan tujuh program.

Saat Wawan dan Rudy terdiam sambil menyeruput kopinya, Saya membuka suara.

“Semakin kita yakini bahwa Presiden Jokowi Dan Satgas Covid 19 terus bekerja maksimal, tentunya hal ini harus ditunjang Anggaran yang maksimal. Jika tahun 2020 target pajak Kita adalah Rp.1600 trilyun, maka sepertinya akan sulit terealisasi hingga 80% seperti tahun 2018-2019 lalu akibat Covid 19 ini. Sektor Ekonomi rakyat cukup lumpuh, maka harus ada backup anggaran selain efisiensi seperti di KemenPUPR Itu. Khususnya bagaimana recovery Ekonomi masyarakat Desa khususnya orang miskin yang tersisa sekitar 24,7 juta jiwa dari 28,2 juta di tahun 2014 lalu”, kata Saya, disebrang Sana Wawan terbatuk-batuk entah kenapa.

“Batuk Pak haji!?”, Kami pun tertawa. Saya melanjutkan.
“Realisasi pajak akan sulit menembus angka 80%, maka Saya dan teman-teman YKIM – Yayasan Kerja Indonesia Maju mengusulkan kepada Presiden Jokowi, Menpora dan Menkeu,Sri Mulyani agar sesegera mungkin ME-LELANG HAMBALANG Rp.3 trilyun. Karena memang sudah tidak ada manfaatnya, memangnya mau dibuat cagar Budaya atau obyek wisata, ‘Geuleuh..!?”, tutup saya, kami pun tertawa Apalagi sempat viral di sosial media kalimat ‘CANDI HAMBALANG. Ahahaha… (PpRief/MaxDy/Wan/RL)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close