TNI / Polri

BRAVO PERSIT TNI & BHAYANGKARI POLRI

Bandung,–Sorotperadilan.com l “Saring sebelum Sharing” berlaku untuk siapapun termasuk anggota dan istri TNI, pekan lalu kembali seorang anggota TNI Rindam Jaya yang berada di bawah komando Kodam Jaya, Sersan Mayor T dijatuhi hukuman disiplin berupa penahanan ringan selama 14 hari. Dia dihukum lantaran istrinya, SD melakukan penghinaan terhadap pemerintah.
Sangsi ini berdasarkan hasil sidang putusan yang dilaksanakan di Markas Besar TNI AD, pada Minggu (17/5). Lebih istimewa karena sidang tersebut dipimpin langsung KSAD Jenderal Andhika Perkasa dan dihadiri oleh Wakil KSAD Mayjen TNI Moch Fachruddin beserta jajaran.

Sersan Mayor T ditahan lantaran dianggap tidak bisa menjalankan perintah kedinasan terkait penggunaan sosial media. Dalam hal ini, T tidak dianggap tidak dapat membina istrinya terkait penggunaan sosial media, di mana ada aturan soal ini di instansi TNI.

Adapun istrinya, SD, yang tergabung dalam Persatuan Istri TNI AD atau Persit, akan diproses secara hukum pidana.

SD di fb-nya menuliskan kata-kata dalam bahasa Jawa ‘mugo rezim ndang tumbang sblm akhir tahun 2020’ yang artinya ‘semoga rezim segera tumbang sebelum akhir tahun 2020’.

Sebelumnya hukuman disiplin akibat ulah sang istri pun diberikan kepada
Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi yang baru menjabat sejak 19 Agustus 2019 dihukum gara-gara postingan sang istri. Begitu pula dengan Sersan Dua yang berinisial Z. Ia diketahui bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung, Jawa Barat. Mereka pun dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu Hukum Disiplin Militer.

Istri dari Hendi, Irma Zulkifli Nasution (IPDN) menuliskan, ‘Jangan cemen pak. Kejadianmu, tak sebanding dengan berjuta nyawa yang melayang’, dalam kolom Facebook (FB) miliknya yang menyindir penusukan Jend.TNI. Wiranto.

Hukuman tersebut juga dirasakan Sersan Z. Andika menyebutkan, pihaknya telah membuat surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani hukuman disiplin militer.

Juga Peltu YNS dari Satpomau Lanud Muljono Surabaya juga terpaksa diberhentikan dari jabatannya lantaran postingan sang istri di media sosial. Yang menuliskan kata-kata yang tidak pantas terkait penusukan terhadap Wiranto
“Jangan-jangan ini cuma dramanya si wir (Wiranto)…Tapi kalo memang benar ada penusukan, mudah-mudahan si penusuk baik-baik aja dan selamat dari amukan polisi, buat yang ditusuk semoga lancar kematiannya,” tulis FS.

Saya mau kilas balik sedikit mengenai bagaimana Pangbes.Jend.TNI. Purn.Sudirman kepada istrinya sebagai perbandingan atas Hal Hal diatas.

Kewibawaan dan ketampanan beliau saat itu, menjadikan banyak wanita dijamannya yang mengagumi. Sehingga sahabat beliau, Jenderal Gatot Subroto,merasa perlu menemui istri Sudirman Dan mengatakan

“Bila terdengar selentingan bapak punya ‘pacar’ atau banyak dikagumi gadis cantik. Ibu tetap yakin dan percaya bahwa bapak hanya mencintai ibu dan anak-anak. Tidak lebih”. Istri Sudirman, Alfiah, tersenyum. Karena beliau meyakini mereka berdua akan saling menjaga marwah, martabat Dan kehormatan masing-masing.

Alfiah tetap percaya dan tak goyah sedikit pun terhadap cinta kasih suaminya. Dia memegang teguh perkataan suaminya, “Pokoke mung kowe siji thok. Aku mbiyen sing milih wis dak ambak-ambakne, lha saiki wis merem bae. (Pokoknya cuma kamu seorang. Aku dahulu sudah memilih, sudah saya damba-dambakan, lha sekarang tinggal merem saja)”.

Alfiah dijumpai Sudirman saat di tahun 1936, di Cilacap saat Sudirman mengajar di sebuah sekolah dasar Muhammadiyah. Alfiah, yang mantan teman sekolahnya dan putri seorang pengusaha batik kaya bernama Raden Sastroatmojo ini pun berjanji menemani Sudirman hingga terpisahkan maut, agh.

Dari pernikahan Itu mereka dikaruniai tiga orang putra ( Ahmad Tidarwono, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, dan Taufik Effendi), serta empat orang putri ( Didi Praptiastuti, Didi Sutjiati, Didi Pudjiati, dan Titi Wahjuti Satyaningrum).
Cinta dan saling menjaga Itu hingga Sudirman meninggal dunia
29 Januari 1950.Dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.

Apakah kasus kasus istri TNI korban ‘Saring Sebelum Sharing’ Itu adalah cerminan istri2 TNI?

TIDAK SEUJUNG-KUKUPUN !, karena saat ini jumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang aktif dan cadangan sebanyak 975.750 anggota. Juga jumlah Polri lebih dari 443,379 anggota.

Namun kita semua tetap waspada karena kelompok ‘oportunis anti TNI-Polri Dan Pancasila akan selalu menjadikan hal ini sebagai jalan untuk ‘melecehkan’ TNI-Polri. Salam hangat untuk ibu- ibu Persit Kartika Chandra Kirana TNI dan ibu-ibu BHAYANGKARI Polri dimana saja berada. (PpRief/Wan/RL)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close