Pendidikan

SOROT-TV : “NONA PUANG & MAISI LUKITASARI TENTANG KULIAH VIRTUAL COVID 19 KOTA BOGOR”

BOGOR,–Sorotperadilan.com l Baru saja adzan sholat isha (Jumat, 5/6) seluler sudah berdering, Dan..uppss.. telah tersedia saluran conference-phone oleh Wawan Kurniawan, Kord.Wartawan Kota Bogor dengan Nona Puang, reporter baru SOROT TV.

Wawan mengatakan bahwa Nona Puang dapat narasumber bernama Maisi Lukitasari, seorang guru honored.

“Oke terus bagaimana rencananya, Nona?”, tanya saya. “Malam abang, draft berita sudah saya siapkan rencana besok pagi baru kami liputan langsung ke narsum Itu, bang”, Jawab Nona. “Oke, besok ditemani Kang Wawan, ya?”, “Siap abang, sebetulnya Saya bisa sendiri. Namun kalau perintahnya demikian, saya siap laksanakan”, jawabnya lagi, di-screen saya lihat Wawan mengacungkan jempolnya. Saya ‘nggak paham maksudnya apa.

“Oke abang langsung saja Saya bacakan narasinya ya, Bismillahirahmanirahiim, Salam sejahtera, untuk semua pemirsa SOROT TV dimana saja kalian berada. Semoga kita semua tetap semangat dalam era Covid 19 ini ya, aamiin.

Saya Nona Puang menyampaikan liputan langsung kalau pun Kota Bogor sedang gerimis..

Pemirsa SOROT TV, Sejumlah kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun kampus – kampus hampir 2 bulan ini memang terkendala tentunya Hal ini sebagai sikap Kita menghindar dari merebaknya Covid 19..

Presiden Jokowi Dan Satgas Covid 19 mencanangkan #StayAtHome, #WorkFromHome, #PrayAtHome Dan #SchoolAtHome.

Kalau pun awalnya menjadi pro-kontra Seiring waktu kemudian semua dipahami masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkecil jumlah korban Covid 19..

Para Pemirsa SOROT TV, sekolah dan
Kuliah online pun kini menjadi tren di kalangan siswa dan mahasiswa. Banyak pengajar melakukan kegiatan belajar melalui aplikasi video-call atau sejenisnya dengan memanfaatkan koneksi tekhnologi Dan internet.

Dan, ternyata perkuliahan online ini pun banyak mengandung hikmah untuk para mahasiswa, termasuk untuk ibu dari dua anak ini. Walaupun durasi perkuliahan cukup memakan waktu lama dari pagi hingga sore, terbukti ia mampu mengikuti juga bahkan bisa sambil mengurus buah hatinya yang baru lahir.

Narasumber kami adalah seorang guru honorer kabupaten bogor bernama Maisi Lukitasari yang berhasil menyelesaikan perkuliahan dalam jaringan semester akhirnya di Universitas Terbuka Bogor pada April-Mei lalu.

Maisi adalah Sarjana Bahasa Inggris Universitas Pakuan Bogor itu melanjutkan studinya dengan menempuh perkuliahan berbagai ilmu bersama rekan-rekanya di UT Pokjar Bogor Selatan, awalnya ia merasa sedih karena perkuliahan akhir digantikan dengan sistem virtual pada sabtu dan minggu dengan durasi yang cukup lama pukul 8-15 sore. Awalnya perkuliahan online ini ia anggap membosankan, tetapi setelah dilakukan semua dengan ikhlas Dan semangat, lama – lama terasa menyenangkan meskipun baru dialami…

Mendengarkan paparan tutor, berdiskusi kelompok membahas tiap modul secara virtual menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya. Banyak manfaat dan ilmu yang dapat dipetik dari pembelajaran online ini, sehingga tidak mengurangi nilai pembelajaran dari tatap muka langsung.

Demikian Pemirsa SOROT TV semoga bermanfaat..

“Bagaimana bang?”, Tanya Nona Puang kemudian.

“Kang Wawan, bagaimana?”, Tanya saya balik. “Sempurna..”, jawabnya sambil mengacungkan jempolnya lagi.

“Kalau boleh koreksi, ada beberapa hal yang masih kurang. SATU, narsum tidak membuat statement langsung karena semua disampaikan oleh reporter. Kasih dia waktu untuk bicara. DUA, sebaliknya lagi setting narsum bisa dilakukan dirumah, tempat mengajar, bahkan dikampus UT itu kalau perlu hadirkan beberapa teman kuliahnya sehingga lebih berisi. Termasuk jika setting background dirumah, dia bisa sambil menggendong anaknya, mungkin akan lebih ‘touch’ pemirsa karena inikan media audio-visual.

TIGA, wawancara berita, khususnya untuk media televisi
memiliki ciri utama diantaranya : (a).Masalah yang menjadi pokok wawancara berasal dari topik yang
sedang hangat dibicarakan atau diberitakan. (b).Sumber berita dan narasumber yang diwawancarai, memenuhi
syarat untuk menjelaskan, dan memberikan keterangan bahwa
fakta-fakta saja belum cukup untuk mengungkapkan kejelasannya. (c).Hasil wawancara akan dapat menambah pengetahuan atau pemahaman
khalayak atau pemirsa TV. (d).Hasil wawancara TV diharapkan mampu merubah prilaku pemirsa. Seperti saat ini dimana orang demikian ketakutan dengan Covid 18, narasumber seperti ibu Maisi adalah jawabannya, dalam arti beliau masih bisa melakukan aktifitasnya sebagai mahasiswa kalau pun ‘kuliah on-line.

“Sehingga ini akan menjadi ‘referensi positip pemirsa TV untuk mengikutinya. Jadi materi dan isi berita ini sudah baik kalau pun harus sedikit disempurnakan”, kata Saya.

Dari screen terlihat Nona Puang manggut-manggut, namun kami tidak melihat Wawan masih Ada bersama kami. Selulernya terputus, seperti biasa alasannya: baterai habis atau habis pulsa. ‘Nggak berubah masih begitu aja !! (PpRief/Wan/RL)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close