Ekonomi

Pedati dan Lawang Seketeng Diproyeksikan Jadi Sentra Kerajinan UMKM

Bogor,–Sorotperadilan.com l Pasca dilakukan penertiban dan relokasi pedagang kaki lima (PKL), Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau kawasan Pedati dan Lawang Saketeng, Bogor Tengah, Rabu (1/7/2020). Ke depan, kawasan tersebut akan dilakukan perbaikan infrastruktur dan ditata sebagai salah satu opsi sentra kerajinan khas Bogor.

Dalam peninjauan tersebut Bima Arya didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Kepala Dinas PUPR, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Bagian Prokompim.

Bima Arya dan rombongan berjalan menyusuri titik-titik pasca dilakukan penertiban beberapa waktu lalu. Ia juga tampak berbincang dengan sejumlah pedagang yang beradaptasi dengan masuk ke dalam kios, tidak lagi berjualan di bahu jalan.

“Kami tadi pastikan dulu skenario relokasi berjalan dengan baik. Tadi saya cek sebagian besar tertib masuk ke pasar, sebagian lagi menyesuaikan atau beradaptasi dengan menyewa kios. Saya pikir itu bagus beradaptasi menyesuaikan dengan skenario Pemkot Bogor sehingga tidak berjualan di jalan lagi, tapi masuk ke dalam dan diatur,” ungkap Bima Arya.

Untuk itu, Bima Arya memerintahkan Dinas PUPR untuk memperbaiki infrastruktur, terutama saluran air yang selama ini terendap limbah pasar. “Langkah pertama sekarang kita perbaiki infrastruktur. Karena ini puluhan tahun saluran airnya terokupasi atau terkuasai oleh PKL. Kita bersihkan dulu ini. Kemudian secara bertahap kita atur dulu penempatan kios-kios tadi, kita pastikan tidak ada lagi yang berjualan di jalan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Bima, Pemkot Bogor akan mendesain kawasan ini bukan saja hanya sebagai wisata kuliner tetapi juga sebagai sentra kerajinan khas Bogor. Namun, saat ini dinas-dinas sedang melakukan mapping terkait lokasi yang cocok.

“Penempatannya akan kita atur ada di posisi mana, apakah di Lawang Seketeng, Pedati atau di gang-gang Jalan Roda. Ini kita akan diproyeksikan sebagai destinasi untuk mendongkrak pendapatan daerah, terutama pemberdayaan UMKM di sini. Jadi kita berharap di sini akan ada sentra UMKM. jadi pasarnya rapih, UMKM-nya juga berkembang,” ujar Bima.

“Berapa UMKM yang akan masuk, masih kita hitung dulu oleh Dinas UMKM dan kita sesuaikan dengan daya tampung di sini. Apakah memungkinkan di Lawang Seketeng, Pedati atau di gang koridor di Jalan Roda. Kita masih mematangkan tahap perencanaan. Ini salah satu skenario rebound ekonomi kita. Rebound ini berbasiskan UMKM,” tambahnya.

Bima Arya optimistis kawasan tersebut dalam 1-2 tahun ke depan akan menjadi kawasan primadona untuk warga Bogor maupun pelancong yang mengunjungi kota hujan. “Harusnya tahun ini kita mulai karena ada bantuan Provinsi jabar yang masuk ke sini. Tapi karena Covid, jadi ditunda tahun depan. Mudah-mudahan tahun depan berjalan lagi. Supaya setelah rapi bisa dilakukan penataan, dekorasi, jalannya, dan lain-lain,” pungkasnya. (Faqih)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close