by

Perusahaan Pencucian Pasir di Sungai Ciujung Sangat Meresahkan Masyarakat.

-Daerah-335 views

Lebak,-sorotperadilan.com I
Hampir sebagian masyarakat setempat yang berada di aliran sungai Ciujung menggunakan air untuk mencuci pakaian atau mencuci piring dan mandi. salah satunya air ciujung yang mengalir sering di pergunakan oleh masyarakat setempat diwilayah desa muaradua, kecamatan cikulur, kabupaten lebak, provinsi banten

“Aliran air ciujung tersebut sehari-hari di pergunakan oleh masyarakat muaradua, masyarakat lewijaksi, masyarakat cikoret, dan warga kampung lainnya untuk di pergunakan kebutuhan mencuci baju, mencuci piring, dan untuk mandi.di saat air sungai Ciujung sedang surut/kecil dan di musim kemarau saat ini masyarakat sangat resah dengan adanya perusahaan pencucian pasir yang terletak di desa muara dua, kecamatan cikulur, kabupaten lebak provinsi banten. “pasalnya, air yang biasa mengalir disungai Ciujung bening yang biasa di gunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan mandi, cuci baju dan lain-lain, kini terdampak limbah tercemari oleh perusahaan cucian pasir tersebut yang mengakibatkan air sungai menjadi keruh”

aliran sungai Ciujung keruh tersebut diakibat dari limbah pencucian pasir yang berdampak kepada masyarakat khususnya bagi warga kampung cikoret, leuwijaksi, muaradua, dan sepanjang air Ciujung”

Saya, selaku kepala biro (Kabiro) dari media sorotperadilan, usai investigasi dilokasi Selasa,(12/10/2021) terlihat sangat prihatin dengan kondisi air aliran ciujung tersebut yang di akibatkan perusahaan pencucian tanah, dan saya meminta kepada dinas terkait agar dapat bertindak tegas sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku”

“Saya meminta agar pemerintah terkait, dapat turun langsung kelapangan untuk datang meninjau kelokasi tersebut. agar dapat terlihat kondisi aliran air ciujung yang terkena dampak dari limbah dari perusahaan pencucian pasir tersebut

dan lokasi perusahaan pencucian tanah tersebut terletak di pinggir jalan yang mengakibatkan debu kalau kendaraan melintas”tutupnya

Reporter: Wahyudi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed