by

Buktikan Janji , Devie P Sultani Bawakan Seperangkat Alat Penyiraman (Mesin Pompa) ke Para Petani

-Daerah-1,553 views

Bogor, – Sororperadilan.com l Guna mendukung upaya ketahanan pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, Anggota DPRD Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani Buktikan Janjinya memberikan bantuan berupa seperangkat pompa air kepada Kelompok Tani Dewasa (KTD) Wijaya Kusuma.

Bantuan tersebut diterima oleh Ketua KTD Wijaya Kusuma, Muhammad Soleh di kebun KTD Wijaya Kusuma, RW03, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (16/9/2020). Acara penyerahan dihadiri oleh Lurah Margajaya, Yudi Maryudi Somiki.

Politisi Nasdem ini mengapresiasi sekaligus salut kepada KTD Wijaya Kusuma. Di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat yang tergabung dalam KTD Wijaya Kusuma berinovasi di bidang pertanian, dan hasil dari bercocok tanamnya pun dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Saya berharap ini bisa menjadi percontohan untuk wilayah lain yang belum ada di Kecamatan Bogor Barat. Dengan lahan yang ada (terbatas), bantuan bibit yang ada, ternyata mereka bisa. Dan hasilnya dirasakan juga manfaatnya oleh masyarakat,” kata Devie.

KTD Wijaya Kusuma bercocok tanam sayur sayuran menetapkan sistem urban farming dengan memanfaatkan lahan yang terbatas disulap menjadi lahan produktif. Saat ini, mereka juga mengembangkan pembibitan sayuran sendiri yang awalnya didapat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

“Saya tadi lihat seperti bibit caisin sudah diolah sendiri dan dicoba, ternyata satu minggu sudah tumbuh. Dan ada beberapa teknik penanaman yang dikembangkan juga di sini, seperti penggunaan media tanam jerami,” ucap wanita yang akrab dipanggil DPS itu.

Sementara itu, Ketua KTD Wijaya Kusuma, Muhammad Soleh mewakili KTD Wijaya Kusuma menyampaikan terimakasih kepada DPS. Dengan adanya bantuan pompa air berikut kabel listrik dan seperangkat alat penyiramannya tersebut, setidaknya dapat meringankan mereka dalam perawatan tanaman setiap harinya.

“Untuk penyiraman biasanya dilakukan oleh empat orang, tapi dengan adanya pompa air ini, bisa oleh dua orang. Dua orang lagi bisa dialihkan untuk perawatan tanaman lainnya, misalnya,” Kata Soleh.

Dijelaskan, selama dua bulan terakhir ini untuk memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman cukup menguras tenaga dikarenakan harus bolak balik mengambil air dari sungai Cikarimah menggunakan ember.

“Dulu yang jadi kendala itu, air. Kita manual, ambil dari sungai pakai ember. Alhamdulillah, yang menjadi kebutuhan kita (alat pompa air) mendapat respon dari Bu Devie. Jadi, sekarang lebih ringan dari sisi tenaga,” ujarnya.

Soleh menceritakan, bercocok tanam itu berawal adanya keinginan kuat dari masyarakat bagaimana bisa mewujudkan upaya ketahanan pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi saat pandemi Covid-19, kita ada keinginan ada kegiatan ketahanan pangan, dan kebetulan di sini juga ada Dapur Umum. Akhirnya kita inisiatif, ada lahan yang tak terpakai kemudian dimanfaatkan untuk ditanami sayur sayuran,” tuturnya.

Untuk bibit, pihak KTD Wijaya Kusuma berkerjasama dengan DKPP dan Kelurahan Margajaya. Di kebun seluas sekitar 700 meter persegi tersebut ditanami berbagai jenis sayuran, seperti caisin, bayam, kangkung dan cabai hingga tomat.

“Kita sudah beberapa kali panen. Kita sengaja memilih sayuran yang memiliki masa panen singkat. Hasilnya sendiri untuk kebutuhan masyarakat, karena kebun ini kerja bakti masyarakat, hasilnya pun kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (***)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed